INFO BEASISWA

Tampilkan postingan dengan label perilaku menyimpang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perilaku menyimpang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Maret 2011

527.850 Siswa SD Putus Sekolah

JAKARTA, KOMPAS.com - Penurunan peringkat Indonesia dalam indeks pembangunan pendidikan untuk semua (Education for All) tahun 2011, salah satunya disebabkan tingginya angka putus sekolah di jenjang sekolah dasar. Sebanyak 527.850 anak atau 1,7 persen dari 31,05 juta anak SD putus sekolah setiap tahunnya.
Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa Bangsa (UNESCO) merilis indeks pembangunan pendidikan (education development index) dalam EFA Global Monitoring Report 2011. Peringkat Indonesia turun pada posisi ke-69 dari 127 negara.
Tahun lalu, posisi Indonesia ke-65. Dari empat indikator penilaian, penurunan drastis terjadi pada nilai angka bertahan siswa hingga kelas V SD. Pada laporan terbaru nilainya 0,862, sedangkan tahun 2010 mencapai 0,928. Indikator lain, angka melek huruf pada usia 15 tahun ke atas juga tak beranjak signifikan.
Anak-anak putus sekolah usia SD dikhawatirkan kembali bermasalah dalam baca dan tulis. Jika digabung dengan siswa SD yang tak bisa melanjutkan ke jenjang SMP, siswa yang hanya mengenyam pendidikan SD bertambah. Lulusan SD yang tak dapat ke SMP tercatat 720.000 Siswa (18,4 persen) dari lulusan SD tiap tahunnya.
Putus sekolah di jenjang SD itu terutama faktor ekonomi. Ada anak yang belum pernah sekolah, ada yang putus di tengah jalan karena ketiadaan biaya.
Untuk mengatasi ancaman putus sekolah pada keluarga tak mampu, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh membuat program ramah sosial terhadap kelompok itu. Kucuran beasiswa bagi siswa miskin mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi diperbanyak agar memutus rantai kemiskinan keluarga. (ELN)

sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2011/03/04/10323346/527.850.Siswa.SD.Putus.Sekolah

Variasi Soal UN Bikin Siswa Sulit Curang

MAGELANG, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, dalam pelaksanaan ujian nasional tahun ini, setiap mata ujian terdiri atas lima jenis soal yang berbeda untuk meminimalkan kecurangan.
"Kalau sebelumnya hanya dua jenis soal setiap mata ujian, tahun ini setiap kelas ada lima jenis soal untuk mata pelajaran yang sama untuk lebih meminimalkan kecurangan siswa agar tidak saling menyontek," katanya di Magelang, Minggu (6/3/2011).
Menurut dia, sistem tersebut sudah diujicobakan kepada para peserta UN, dan hasilnya cukup memuaskan.
"Saya tidak mengatakan UN tahun sebelumnya banyak kecurangan. Tetapi, ini hanya untuk meminimalkan terjadinya kecurangan itu," ujarnya menegaskan.
Kemungkinan kecurangan lain yang akan dimimalkan adalah pengetatan distribusi soal UN karena proses ini rawan kebocoran.
"Di percetakan akan diawasi, distribusi menuju ke rayon juga diawasi hingga soal benar-benar sampai di sekolah. Intinya akan diminimalkan kebocoran sebelum ujian," ujarnya.
Pengetatan ujian nasional juga dilakukan pada pengawasan oleh tim independen. Ujian tahun ini akan kembali melibatkan dosen-dosen perguruan tinggi sebagai pengawas. Ujian nasional SMP dan SMA sederajat tahun ini akan digelar April mendatang.
Hingga awal Maret ini, persiapan UN sudah mulai dilakukan dengan melakukan lelang terbuka untuk pelaksana percetakan soal-soal ujian. Bulan April 2011, pemenang tender akan diumumkan.
Kementrian Pendidikan Nasional sudah mempersiapkan anggaran sebanyak Rp 500 miliar untuk UN tahun 2011. Anggaran tersebut diambil dari APBN.
sumber :http://edukasi.kompas.com/read/2011/03/06/15382547/Variasi.Soal.UN.Bikin.Siswa.Sulit.Curang

Komnas Anak Sayangkan 8 Siswi SMK Di-DO

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Nasional Perlindungan Anak menyayangkan kebijakan SMK P di Kota Bogor, Jawa Barat, mengenakan sanksi drop out terhadap 8 siswinya lantaran menulis status di Facebook. Keputusan itu dinilai melanggar hak anak atas pendidikan.
"Tindakan SMK P dinilai mencederai hak anak tersebut atas pendidikan juga melanggar kemerdekaan berpendapat," kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, saat dihubungi wartawan, Jumat (4/3/2011) di Jakarta. Nama delapan pelajar SMK P yang dipecat itu adalah PM (17), DA (18), FP (17), Ri (18), FL (17), Ag (18), Mu (18), dan SR (17).
Dalam Pasal 54 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan, lingkungan sekolah menjadi zona bebas kekerasan. Arist menerangkan, kekerasan tersebut meliputi fisik dan psikis. "Dalam Pasal 49 tercantum dengan jelas bahwa anak punya hak untuk mendapatkan pengajaran atau pendidikan tanpa diskriminasi," ungkapnya.
Menurut Arist, apa yang dialami para murid SMK P di Kota Bogor itu adalah kekerasan psikis. Apalagi, akibat dari kebijakan itu, mereka kesulitan mencari sekolah baru. "Tidak ada alasan bagi pihak sekolah untuk mengeluarkan muridnya. Ini jelas pelanggaran kemerdekaan seseorang," ucap Arist.
Arist pun mendukung kebijakan Kepala SMK P yang menyatakan siap menerima kembali delapan siswi yang sempat mengadu ke DPRD Kota Bogor itu. "Pihak sekolah diminta mengembalikan mereka ke bangku sekolah," pintanya.
Seperti diberitakan Warta Kota, Jumat ini, para siswi yang jadi korban dipanggil Komisi D DPRD Kota Bogor untuk dimintai keterangan. Mereka kemudian menceritakan kesulitan mencari sekolah baru setelah dikeluarkan dari SMK P, termasuk soal tulisan di Facebook yang berisi kritikan terhadap sekolah mereka.
Menanggapi permasalahan itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Bogor Laniasari Davis mengeluarkan rekomendasi agar para pelajar yang dikenai sanksi sanksi drop out (DO) itu bisa melanjutkan kembali pendidikannya. Anggota Komisi D, Mulyadi, meminta pihak sekolah untuk mengawasi dan menjamin pendidikan para korban DO itu.

SUMBER : http://edukasi.kompas.com/read/2011/03/04/11091830/Komnas.Anak.Sayangkan.8.Siswi.SMK.Di-DO

Pencetakan Soal UN Terancam

JAKARTA – Persiapan Ujian Nasional (UN) 2011 terancam molor akibat proses pencetakan soal yang hingga saat ini belum rampung.

Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Djemari Mardapi mengatakan, hingga awal Maret ini daftar isian pelaksana anggaran (DIPA) ujian belum kunjung cair. Pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan daerah dan hampir semuanya mengaku dana untuk ujian belum cair.

“Kami tidak tahu alasan kenapa belum cair. Kami harap segera cair karena daerah harus mencetak naskah soal,” katanya di Jakarta kemarin.

Menurut dia, berdasarkan laporan daerah saat ini sedang dilakukan proses tender. Direncanakan, paling lambat pertengahan Maret harus dilakukan pencetakan soal. Biasanya pencetakan soal memakan waktu rata-rata 20 hari. Dengan demikian, awal April sudah dilakukan distribusi soal.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendiknas Mansyur Ramli tidak mengetahui berapa anggaran yang dibutuhkan untuk pencetakan tersebut. “Saya tidak hafal berapa jumlah anggarannya. Nanti saja kalau DIPA sudah turun,” katanya dalam pesan singkat. (neneng zubaidah/sindo) (rfa)(//rhs)

sumber : http://kampus.okezone.com/read/2011/03/05/373/431658/pencetakan-soal-un-terancam 

Sabtu, 19 Februari 2011

Gadis SMP Dikeluarkan Sekolah Lantaran Video Mesum Tersebar

Keluarga pelaku video mesum, yang meresahkan warga Madiun selama beberapa hari ini, menyesalkan pengeluaran IN dari sekolah tempatnya menuntut ilmu. Keluarga korban menilai gadis 14 tahun ini hanya merupakan korban.
Perwakilan keluarga IN, Agung, mengatakan, keputusan dari pihak sekolah tersebut terkesan hanya menjatuhkan seluruh kesalahan pada saudaranya. Tanpa melihat lebih dalam bagaimana kondisi yang sebenarnya terjadi.
“Pengeluaran IN tersebut tidak bijaksana, karena pihak sekolah mengeluarkan famili saya tanpa tahu bagaimana kronologis sebenarnya sampai video tersebut dibuat dan sampai beredar,” kata Agung, Selasa (25/1/2011).
Agung berharap, agar saudaranya tersebut, bisa kembali bersekolah di tingkat SLTP seperti sebelumnya. Meski tidak harus disekolah tempat menuntut ilmu. Karena saat ini IN seharusnya sudah bisa berkonsentrasi menghadapi ujian akhir nasional mengingat ia duduk di kelas IX.
“Bagaimana nanti ke depannya karena ia kan sudah kelas IX yang seharusnya ia bisa belajar menghadapi ujian nasional yang sudah tinggal beberapa bulan lagi,” tambahnya.
Diketahui IN sudah dikeluarkan oleh sekolahnya sejak awal Januari kemarin. Ia dikeluarkan karena dinilai oleh pihak sekolah telah melanggar peraturan sekolah serta, mencoreng nama baik sekolahnya.
“Dari hasil rapat komite sekolah dan wali murid yang bersangkutan. IN sudah kita keluarkan karena ia juga sudah mengakui bahwa video tersebut adalah dirinya,” ujar Kepala sekolah, Subeki.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya beberapa hari ini warga Madiun diresahkan oleh peredaran video mesum yang berjudul “smp kuwu indri prmt sri.3gp”. Dalam video berdurasi dua menit sepuluh detik tersebut, pemeran wanita diduga merupakan IN (14) siswa salah satu SMP yang ada di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.
Dalam video tersebut terlihat pemeran wanita dalam keadaan bugil tengah diraba-raba oleh tangan orang lain yang diduga bernama Indra (tidak nampak wajahnya). Namun saat diraba bagian (maaf, payudaranya) pemeran wanita tampak pasif dan tidak menunjukan reaksi. Dan, tatapan mata gadis berkulit coklat ini tampak kosong.
Berdasarkan pengkuan IN pada kepala sekolah tempatnya belajar, Indra merupakan kenalannya. Dan, video tersebut dibuat pada Agustus 2010 kemarin di salah satu hotel yang ada di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kecamatan plaosan, Kabupaten Magetan.(berita8)

sumber : http://www.cihuii.com/2011/01/gadis-smp-dikeluarkan-sekolah-lantaran-video-mesum-tersebar.php

Pelajar Hamil dan Tersandung Kasus Kriminal, Dipastikan Boleh Ikut Ujian Nasional

MayangkaraNews - Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Blitar Romelan. Romelan usai rapat kerja dengan komisi 4 Selasa 8 Februari 2011 mengatakan,  Diknas memberikan kesempatan bagi selesai yang hamil atau pelajar yang tersandung kasus kriminal untuk tetap diperbolehkan ikut ujian nasional. Reporter Ervan melaporkan, menurut romelan kebijakan itu dilakukan  agar tidak mengurangi hak bagi pelajar yang butuh ujian nasional sebagai syarat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
Namun dia mengaku masih belum mendapatkan informasi tentang ada tidaknya siswi hamil atau yang terrsandung kasus kriminal.  Pertimbangan lain dari  sisi kemanusiaan, mereka masih memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak  Romelan menambahkan secara teknis Dinas akan membahas dengan masing amsing lembaga sekolah.
Di sisi lain menanggapi ini Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Blitar M Taufik mengaku setuju dengan kebijakan yang dikeluarkan Dinas Pendidikan mengijinkan siswa yang kedapatan hamil dan yang tersandung kasus. Menurut Taufik tidak menjadi persoalan senyampang siswa masih   mampu mengerjakan soal-soal ujian dengan baik. Dia menyarankan, agar kebijakan Diknas ini tidak dimaknai menjadi peluang  bagi siswa yang bermasalah untuk mengikuti ujian. (van)

Geng Pelajar SMA Gilir Siswi SMP

DENPASAR – Sekelompok pelajar SMA memperkosa N (15), siswi salah satu SMP di Denpasar, Bali, secara bergantian. Sebelum diperkosa, N terlebih dahulu diberi minuman keras jenis arak oleh para pelaku.
“Kasusnya masih kami dalami, para pelaku sedang dalam pengejaran,” kata Kabag Bina Mitra Polresta Denpasar, Kompol I Gde Sukawiyasa, Senin (3/1/2010).
Sukawisana menjalaskan, kasus tersebut dilaporkan hari Minggu kemarin, dan korban menyebut salah seorang pelaku adalah pelajar berinisial GS (17).
Kasusnya sendiri bermula saat korban diajak salah seorang pelaku berjalan-jalan. Keduanya menghabiskan malam tahun baru hingga pukul 04.00 WITA.
Di lokasi kejadian, Jalan Spiori, Denpasar, korban dipaksa minum arak. “Di lokasi sudah ada teman-teman pelaku yang sudah menunggu,” bisik salah satu sumber di kepolisian.
Korban pun dipaksa menenggak segelas arak hingga mabuk. Melihat korban tak sadarkan diri, seorang pelaku mulai menggerayangi tubuh korban sampai terjadi pemerkosaan.
“Pelaku lainnya lebih dari satu orang, ikut-ikutan memperkosa korban secara bergiliran,” imbuh petugas. Usai melampiaskan perbuatan bejatnya itu, para pelaku kabur.
Korban yang dengan kondisi lemah akhirnya berhasil pulang. Kepada orang tuanya, N menceritakan kisah pahit yang menimpanya. “Orangtua korban melaporkan kasusnya ke Polresta Denpasar, kami masih kembangkan kasusnya korban sudah dimintakan visum,” tambah Sukawiyasa.
-News.Okezone

sumber : http://www.cihuii.com/2011/01/geng-pelajar-sma-gilir-siswi-smp.php

Senin, 14 Februari 2011

Pelajar SMK Tewas Dikeroyok

Bekasi, Warta Kota
SEORANG pelajar kelas 1 sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jakarta Timur, Andri Kuncoro (15), tewas dikeroyok lawannya dari sekolah lain di Jalan Ahmad Yani, depan GOR Kota Bekasi, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Sabtu (5/2) sekitar pukul 13.30.

Pelajar yang tinggal di Kaliabang Tengah RT 01/02, Bekasi Utara, Kota Bekasi, itu menderita luka parah pada bagian belakang kepala serta bibirnya robek. Dia meninggal dalam perjalanan menuju RSUD Kota Bekasi.

M Ikbal (15) menuturkan, Sabtu siang itu dia bersama Andri dan 10 teman mereka dalam perjalanan dari rumah salah seorang temannya di Rawapanjang, Bekasi Timur, menuju Kranji, Bekasi Barat. Mereka menumpang angkutan kota (angkot) K25 jurusan Bekasi-Pulogebang.

Saat angkot melintas depan GOR Bekasi, Andri yang bergelantungan di pintu tiba-tiba ditarik pelajar dari SMK lain hingga terjatuh ke aspal. Dia juga dipukuli dengan sabuk berkepala gir sepeda motor dan dikeroyok belasan pelajar.

Melihat hal itu, rekan-rekan Andri yang berada di dalam angkot segera berhamburan keluar. ”Kami sempat mengejar pelakunya, tapi mereka melarikan diri ke dalam GOR. Kami lebih dulu menolong Andri yang berlumuran berdarah,” kata Ikbal.
 
Oleh rekan-rekannya, Andri sempat dibawa ke RSUD Kota Bekasi menggunakan angkot K24. Namun, anak kedua—dari tiga bersaudara—pasangan Jaronah-Rokib itu tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Jaronah, ibu Andri, yang mendatangi RSUD Kota Bekasi menangis histeris begitu tahu anak laki-lakinya itu tewas dengan kondisi mengenaskan.

Kasus pengeroyokan yang meminta korban jiwa pelajar SMK jurusan otomotif ini tengah diselidiki aparat Polrestro Bekasi. (Ichwan Chasani) 

sumber : http://www.wartakota.co.id/detil/berita/38605/Pelajar-SMK-Tewas-Dikeroyok

Sabtu, 12 Februari 2011

Bocah SD Hamili Anak Idiot

Lumajang(beritajatim.com) - Gara-gara sering menonton film porno di rumah temannya dan ingin mencoba surga dunia, seorang siswa SD kelas enam, Putro panggilan saja begitu, nekat menyetubuhi Putri (15) yang memiliki keterbelakang mental.
Akibat kelakukan Putro membuat Putri, hamil 6 bulan, akhirnya peristiwa persetubuhan terkuak.

Informasi yang berhasil dihimpun dari unit PPA Reskrim Polres Lumajang, Putro warga Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro sering melihat film adegan mesum dirumah, RK, bersama teman sekolah lainya. bahkan melihat film porno disaaat rumah RK dalam keadaa sepi.

Soal peristiwa menyetubuhi putri yang idiot, lantaran rasa ingin mencoba selalu terlintas dibenaknya. Melihat Putri sendirian didalam rumahnya, Putro menghampiri dan mengajak masuk kamar.

"Waktu tak aja gituan, dia menolak," kata Putro dihadapan penyidik unit PPA polres Lumajang, Selasa (08/02/2011).

Dia melanjutkan, karena menolak, Putro memaksa Putri dengan cara dipegangi tanganya dan leluasa memasukan barangnya. Bahkan tindakan tak senonoh sering dilakukan oleh Putro pada Putri tak terhitung berapa kali.

"Waktu tak ajak lagi dia mau, hanya sekali menolak," ungkap Putro.

Terkuaknya kasus hamilnya Putri, ternyata diketahui oleh keluarganya yang curiga dengan muntah-muntah putri kesayangana. Saat diperiksakan kondisi kesehatan pada puskesmas, Putri hamil 6 bulan dan pihak keluarga kaget bukan kepalang siap yang menghamili.

"Pihak keluarga kaget dan panik lalu lapor polsek," kata Samiadi kades Sumber Wuluh.

Sementara Kapolres Lumajang, AKBP Tejo Wijanrko didampingi, Kapolsek candipuro AKP Sutopo mengatakan, mengenai kejadin ini sangat mengagetkan, bocah SD bisa menghamili seorang perempuan yang usia diatasnya dan memiliki keterbelakang mental.

Apalagi pemicu tindakan asusila akibat film porno dari VCD. "Kami kaget dan tidak percaya anak SD bisa melakukan tindak hal senonoh," jelasnya.

Kapolres menghimbau pada orang tua untuk melakukan pemantauan pada putra putri soal pergaulan. Selain itu, dalam menaruh VCD porno hati-hati, karena bisa dilihat oleh anak-anak yang masih sekolah.

"Kejadian ini harus menjadi pelajaran pihak keluarga dan masyarakat secara umum," ungkapnya.

Kasus percabulan anak SD terus diselidiki unit PPA Reskrim Polres Lumajang.
sumber :  http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8214917883871791399

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Modern Warfare 3